BAB IV
AUDIT TERHADAP SIKLUS PENGELUARAN
Siklus pengeluaran terdiri dari
transaksi pemerolehan barang atau jasa. Barang yang diperoleh perusahaan dapat
berupa aktiva tetap dan surat
berharga yang akan digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu
lebih dari satu tahun atau sediaan dan surat
berharga yang akan dikonsumsi atau digunakan untuk menghasilkan pendapatan
dalam jangka waktu satu tahun atau kurang. Jasa yang diperoleh perusahaan juga
dapat dibagi menjadi dua, yaitu jasa yang hanya menghasilkan manfaat satu tahun
atau kurang (jasa personel, bunga, asuransi, iklan) dan jasa yang menghasilkan
manfaat lebih dari satu tahun (aktiva tidak berwujud).
4.1.1. Jenis-jenis akun yang mempengaruhi audit
terhadap siklus pengeluaran
Dalam siklus ini terdapat dua transaksi pembelian dan transaksi
pengeluaran kas.
Transaksi pembelian dan pengeluaran kas mempengaruhi sejumlah rekening
sebagai berikut :
1.
Persediaan
2.
Persediaan bahan baku
3.
Biaya dibayar dimuka
4.
Palnt asset
5.
Asset lain-lain (missal : aktiva tak berwujud)
6.
Kembalian pembelian
7.
Potongan pembelian
8.
Berbagai jenis biaya
9.
Utang dagang
10. Kas
|
4.1.2. Tujuan audit terhadap siklus pengeluaran
|
||
|
Kelompok Asersi
|
Tujuan audit terhadap golongan transaksi
|
Tujuan audit terhadap saldo akun
|
|
Keberadaan dan
keterjadian
|
Transaksi pembelian
mencerminkan barang dan jasa yang baik yang diterima dari pemasok selam
periode yang diaudit
Transaksi
pengeluaran kas mencerminkan pembayaran yang dilakukan kepada pemasok selam
periode yang diaudit
|
Hutang usaha
yang tercatat mencerminkan jumlah kewajiban entitas yang ada pada tanggal
neraca
Aktiva tetap
mencerminkan aktiva produktif yang masih dimanfaatkan pada tanggal neraca
Aktiva tidak
berwujud mencerminkan aktiva produktif yang masih dimanfaatkan pada tanggal
neraca
|
|
Kelengkapan
|
Semua
transaksi pembelian dan pengeluaran kas yang terjadi selam periode yang
diaudit telah dicatat
|
Hutang usaha
mencakup semua jumlah yang terhutang kepada pemasok barang dan jasa pada
tanggal neraca
Saldo aktiva
tetap mencakup semua transaksi perubahan yang terjadi selama periode yang
diaudit
Saldo aktiva
tidak berwujud mencakup semua transaksi perubahan yang terjadi selama periode
yang diaudit
|
|
Hak dan
kewajiban
|
Entitas
memiliki kewajiban sebagai akibat transaksi pembelian yang tercatat dalam
periode yang diaudit
Entitas
memiliki hak atas aktiva tetap sebagai transaksi pembelian yang tercatat
dalam periode yang diaudit
Entitas
memiliki hak atas aktiva tidak berwujud sebagai akibat transaksi pembelian
yang tercatat dalam periode yang diaudit
|
Hutang usaha
pada tanggal neraca mencerminkan kewajiban entitas kepada pemasok
Entitas
memiliki hak atas aktiva tetap yang tercatat pada tanggal neraca
Entitas
memiliki hak atas aktiva tidak berwujud yang tercatat pada tanggal neraca
|
|
Penilaian atau
alokasi
|
Semua
transaksi pembelian dan pengeluaran kas yang telah dicatat dalam jurnal,
diringkas, dan diposting ke dalam akun dengan
benar
|
Hutang usaha
dinyatakan dalam jumlah yang benar kewajiban entitas pada tanggal neraca
Aktiva tetap
dinyatakan pada kas dikurangi akumulasi depresiasi
Aktiva tidak
berwujud dinyatakan pada kas atau kas dikurangi dengan amortisasi.
Biaya yang
berkaitan dengan aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud dicatat sesuai dengan
prinsip akuntansi berterima umum
|
|
Penyajian dan
pengungkapan |
Rincian
transaksi dan pengeluaran kas mendukung penyajian akun yang berkaitan dalam
laporan keuangan, baik klasifikasinya maupun pengungkapannya
|
Hutang usaha,
aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud di identifikasi dan diklasifikasikan
dengan semestinya dalam neraca
Pengungkapan
memadai telah berkaitan dengan hutang usaha, aktiva tetap dan aktiva tidak
berwujud
|
4.1.3. Materialitas, Risiko dan Strategi audit
terhadap siklus pengeluaran
Transaksi dalam siklus pengeluaran kadangkala tidak hanya berpengaruh
secara individual pada hanya satu rekening saja, tetapi dapat berpengaruh pada
lebih satu transaksi.
Faktor-faktor risiko melekat yang berhubungan dengan transaksi-transaksi
siklus pengeluaran meliputi :
a.
Seberapa banyak volume transaksi
b.
Kemungkinan adanya pembelian dan pengeluaran kas yang
tidak diotorisasi
c.
Kemungkinan adanya pembelian aktiva yang tidak memadai
d.
Dalam kasus kapitalisasi kas atau penentuan biaya
periodic harus mempertimbangkan terhadap aspek kesinambungan dalam akuntansinya
Keempat factor
tersebut sangat menentukan seberapakah tingkat risiko melekat dalam transaksi
siklus ini. Menghadapi kemungkinan tersebut, auditor harus merumuskan strategi
dengan menggabungkan tingkat risiko pengendalian yang rendah dan pengujian
substansi dalam siklus pengeluaran.
4.2.1. Pemahaman terhadap struktur pengendalian
intern
Auditor harus memahami ketiga aspek struktur pengendalian intern yang ada
dalam transaksi siklus pengeluaran, yaitu lingkungan pengendalian, system
akuntansi, dan prosedur pengendalian. Pemahaman tersebut sangat berguna dalam
menentukan strategi audit dalam rangka pengujian substansi.
4.2.2. Aspek
lingkungan pengendalian secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran
Auditor harus memahami struktur organisasi klien
yang berkaitan dengan aktivitas siklus pengeluaran ini, sebagai contoh : semua
proses pembelian barang-barang dibawah kendali direktur operasi, pencatatan
dibawah kendali kontroler, sedangkan proses pengeluaran kas dibawah kendali
direktur keuangan, pengaturan pembelian aktiva tetap (capital expendictures)
dan kebijaksanaan investasi strategis lainnya akan dipertimbangkan bagaimana
pelaksanaanya. Untuk memperoleh pemahaman terhadap bagan organisasi, auditor
harus melakukan wawancara (inquiry) kepada manajemen.
4.2.3. Sistem akuntansi secara umum yang terkait
dengan siklus pengeluaran
Pemahaman terhadap system akuntansi menyebabkan auditor harus mempelajari
metode pengolahan data, dokumen-dokumen kunci, serta catatan yang digunakan
dalam penanganan transaksi siklus pengeluaran. Untuk itu auditor harus
mempelajari manual akuntansi, bagan alir system akuntansi, dan melakukan
wawancara dengan petugas bagian akuntansi untuk mengetahui proses pengolahan
transaksi dalam siklus pengeluaran.
4.2.4. Prosedur Pengendalian secara umum yang
terkait dengan siklus pengeluaran
Auditor harus memahami bagaimana kecenderungan kelima kategori prosedur
pengendalian dalam operasi transaksi siklus pengeluaran ini. Kelima kategori
tersebut antara lain :
a.
Adanya otorisasi yang memadai
b.
Adanya pemisahan tugas
c.
Adanya dokumen dan catatan akuntansi
d.
Adanya akses kea rah pengendalian
e.
Pengecekan yang di lakukan oleh personel yang
independent
Auditor harus melakukan evaluasi apakah prosedur pengendalian dalam
perusahaan benar-benar telah berjalan dengan baik. Prosedur pengendalian yang
tidak memenuhi kelima criteria tersebut mempunyai kecenderungan risiko audit
yang tinggi.
4.2.
Pengendalian
Intern terhadap siklus pengeluaran
4.2.1
Catatan dan
dokumen yang biasa digunakan dalam transaksi siklus pengeluaran
a.
Check, yaitu dokumen perintah pembayaran sejumlah uang
kepada bank
b.
Check Summary, yaitu laporan tentang ringkasan check
yang telah dikeluarakan dalam suatu periode
c.
Cash Disbusement Transaction File, yaitu file yang
berisi informasi pembayaran cek untuk penjual atau pihak lain yang digunakan
untuk memasukan ke dalam rekening utang dagang dan buku besar
d.
Cash Disbusement Juornal or Check Register, merupakan
catatan formal terhadap pengeluaran cek untuk pihak lain
4.2.2
Fungsi-fungsi
terkait dalam transaksi siklus pengeluaran
|
Nama
Fungsi
|
Unit
Organisasi Pemegang Fungsi
|
|
1.
Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas
2.
Fungsi pencatatan utang
3.
Fungsi keuangan
4.
Fungsi akuntansi biaya
5.
Fungsi akuntansi umum
6.
Fungsi audit intern
7.
Fungsi penerimaan kas
|
Bagian pemasaran atau bagian-bagian lain
Bagian utang
Bagian kasa
Bagian akuntansi biaya
Bagian akuntansi umum
Bagian audit intern
Bagian kasa
|
Keterangan :
- Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas), fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek kepada fungsi pencatatan utang. Permintaan cek ini harus mendapat persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan
- Fungsi pencatatan utang
Fungsi ini bertanggung jawab atas pembuatan bukti kas keluar yang memberikan
otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek yang tercantum dalam
dokumen tersebut. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi
kelengkapan dan validitas dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar
pembuatan bukti kas keluar.
3. Fungsi keuangan.
Dalam
transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab untuk mengisi cek,
meminta otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau
membayarkan langsung kepada kreditur.
4. Fungsi akuntansi biaya
Dalam
transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan
pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.
5. Fungsi akuntansi umum
Dalam
transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan
transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek.
6. Fungsi audit intern
Fungsi
ini bertanggungjawab untuk melakukan perhitungan kas (cash count ) secara
periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan saldo kas menurut catatan
akuntansi (akun kas dalam buku besar). Fungsi ini bertanggungjawab untuk
melakukan pemeriksaan secara mendadak (surprised audit) terhadap saldo kas yang
ada ditangan dan membuat rekonsiliasi bank scara periodik
4.2.1 Risiko yang terdapat struktur pengendalian
intern siklus pengeluaran.
Dalam
memahami risiko pengendalian yang timbul dalam transaksi pengeluaran kas harus
memperhatikan kemungkinan-kemungkinan salah saji, pengendalian yang dibutuhkan,
serta kemungkinan pengujian yang harus dilakukan berikut ini:
a. Terhadap transaksi pembayaran hutang.
1. Kemungkinan
adanya pengeluaran cek untuk pembelian yang tidak disetujui, harus dikendalikan
dengan cara penandatanganan cek melakukan penelaahan terhadap kelengkapan
pendukung voucher dan persetujuannya. Auditor dapat melakukan pengujian dengan
cara observasi apakah penandatanganan cek melakukan pengecekan dengan bebas
terhadap dokumen pendukung.
2. Kemungkinan
voucher dibayar dua kali, dikendalikan dengan pemberian cap terhadap voucher dan
dokumen pendukungnya bila telah dibayar. Auditor dapat melakukan pengujian
apakah semua pembayaran diberi cap.
3. Check
mungkin dibayarkan untuk jumlah yang salah, dikendalikan dengan pengecekkan
oleh pihak yang bebas mengenai kesesuaian jumlah dalam check dengan
voucher-nya.
4. Check
mungkin dirubah setelah ditandatangani, dikendalikan dengan pengecekan
pemberian tanda cek yang dikirim. Auditor dapa melakukan pengujian dengan
melakukan wawancara tentang prosedur pengiriman check, dan observasi proses pengiriman
check.
b. Terhadap transaksi pengeluaran kas.
1. Check
mungkin tidak dicatat, dikendalikan dengan check yang bemomor urut tercetak.
Auditor melakukan pengujian terhadap penggunaan dokumen bemomor urut tercetak.
2. Kesalahan-kesalahan
dalam pencatatan check, dikendalikan dengan pembuatan rekonsiliasi bank secara
periodik oleh pihak yang bebas. Auditor dapat melakukan pengujian terhadap bank
rekonsiliasi.
3. Check
tidak dicatat dengan segera, dikendalikan oleh pihak yang bebas untuk
mencocokkan tanggal check dan tanggal pencatatannya. Pengujian yang dilakukan
dengan memperlihatkan kembali adanya kebebasan dalam pengecekan.
4.2 Pengujian
Substansif terhadap Siklus Pengeluaran.
4.2.1 Prosedur
pemeriksaan terhadap aktiva tetap.
Aktiva
tetap ( fixed assets ) disebut juga Property, Plant and Equiement sifat atau
ciri aktiva tetap antara lain: tujuan dari pembeliannya bukan untuk dijual
kembali atau diperjualbelikan sebagai barang dagangan, tetapi untuk
dipergunakan dalam, kegiatan operasi perusahaan, mempunyai masa manfaat lebih
dari 1o tahun, jumlahnya cukup material.
Adapun
audit prosedur atas aktiva tetap mempunyai 7 tujuan antara lain: emeriksa
apakah terdapat internal control yang cukup baik, apakah aktiva tetap yang tercantum
dalam neraca benar-benar ada, penambahan aktiva tetap dalam tahun berjalan
betul-betul merupakan suatu capital expenditure yang diotorisasi, memeriksa apakah
disposal ( penarikan ) aktiva tetap sudah dicatat dengan benar dibuku perusahaan,
memeriksa apakah pembebanan penyusutan dalam tahun (periode) yang diperiksa
dilakukan sesuai dengan SAk dan konsisten, ada tidaknya aktiva tetap yang]
ijadikan sebagai jaminan.
Program
pengujian substantive terhadap saldo aktiva tetap berisi prosedur audit yang
dirancang untuk mencapai tujuan audit seperti yang diuraikan diatas. Prosedur,
audit diklasifikasikan menjadi empat golongan: prosedur audit awal, prosedur analitik,
pengujian terhadap transaksi rinci pengujian terhadap akun rinci dan verifikasi
penyajian dan pengungkapan yang masing-masing prosedur tersebut akan dibahas ke
dalam tabel benkut:
Proses Audit
|
|
Kertas kerja
|
Tanggal pelaksanaan
|
Pelaksanaan
|
||
|
Prosedur Audit Awal
|
|
||||
|
1.
Lakukan
prosedur audit awal atas saldo akun aktiva tetap yang akan diuji lebih lanjut
a.
Usut
saldo aktiva tetap yang tercantum dineraca ke saldo akun aktiva tetap yang
bersangkutan dibuku besar
b.
Hitung
kembali saldo akun aktiva dibuku besar
c.
Lakukan
review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun
aktiva tetap dan akumulasi depresiasinya
d.
Usut
saldo awal akun aktiva tetap ke kertas kerja tahun lalu
e.
Usut
posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tetap dalam ke dalam jurnal
yang bersangkutan
f.
Lakukan
rekonsiliasi akun control aktiva tetap dalam buku besar ke buku pembantu
aktiva tetap
|
|||||
|
Prosedur Analitik
|
|||||
|
2.
Lakukan
prosedur analitik
a.
Hitung
ratio berikut ini :
1)
Tingkat
perputaran aktiva tetap
2)
Ratio
laba bersih dengan aktiva tetap
3)
Ratio
tetap dengan modal saham
4)
Ratio
biaya reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap
b.
Lakukan
analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data
masa lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan, atau data lain
|
|||||
|
|
Kertas
kerja
|
Tanggal pelaksanaan
|
pelaksanaan
|
||
|
Pengujian terhadap
transaksi rinci
|
|
||||
|
3.
Periksa
tambahan aktiva tetap ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi berikut
4.
Periksa
berkurangnya aktiva tetap ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi
tersebut
5.
Lakukan
pemeriksaan pisah batas transaksi aktiva tetap
6.
Lakukan
review terhadap akun biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
|
|
||||
|
Pengujian terhadap saldo
akun rinci
|
|
||||
|
7.
Lakukan
inspeksi terhadap aktivat tetap
a.
Lakukan
inspeksi terhadap tambahan aktiva tetap
b.
Lakukan
penyelidikan dan sesuaikan jika terjadi perbedaan
c.
Periksa
dokumen yang mendukung pembayaran utang usaha seetelah tanggal neraca
8.
Periksa
bukti hak kepemilikan aktiva tetap dan kontrak
9.
Lakukan
review terhadap perhitungan depresiasi aktiva tetap
|
|
||||
|
Verifikasi penyajian dan
pengungkapan
|
|
||||
|
10. Bandingkan penyajian aktiva tetap
dengan Prinsip akuntansi berterima umum
a.
Periksa
klasifikasi aktiva tetap di neraca
b.
Periksa
pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tetap
|
|
||||
|
4.4.2 Prosedur
Pemeriksaan terhadap hutang dagang
|
|||||
|
|
Kertas
kerja
|
Tanggal pelakasanaan
|
Pelaksanaan
|
||
|
Prosedur Audit Awal
|
|
||||
|
1.
Lakukan
prosedur audit awal atas saldo akun utang usaha yang akan diuji lebih lanjut
a.
Usut
saldo utang usaha yang tercantum di dalam neraca ke saldo akun utang usaha
yang bersangkutan didalam buku besar
b.
Hitung
kembali saldo akun utang usaha di dalam buku besar
c.
Lakukan
review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun
utang usaha
d.
Usut
saldo awal akun hutang usaha ke kertas kerja tahun yang lalu
e.
Usut
posting pendebitan akun hutang usaha ke dalam jurnal yang bersangkutan
f.
Lakukan
rekonsiliasi akun control utang usaha dalam buku besar ke buku pembantu utang
usaha
|
|
||||
|
Prosedur Analitik
|
|
||||
|
2.
Lakukan
prosedur analitik
a.
Hitung
ratio berikut ini :
1)
Tingkat
perputaran utang usaha
2)
Ratio
utang usaha dengan utang lancar
b.
Lakukan
analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data masa
lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan, atau data lain
|
|
||||
|
Pengujian terhadap saldo
akun rinci
|
|
||||
|
7. Lakukan konfirmasi saldo akun rinci
a.
Lakukan
identifikasi penjualan besar dengan mereview register bukti kas keluar atau
buku pembantu utang, arsip induk utang dan kirimkan konfirmasi kepada
kreditur yang akun utang klien kepadanya memiliki karakteristik berikut ini :
(1) bersaldo besar, (2) terdapat kegiatan pembelian yang luar biasa, (3)
bersaldo kecil atau nol, dan (4) bersaldo debit
b.
Lakukan
penyelidikan dan sesuaikan jika terjadi perbedaan
c.
Periksa
dokumen yang mendukung pembayaran utang usaha setelah tanggal neraca
8.
Lakukan rekonsiliasi utang usaha yang tidak di konfirmasi ke pernyataan
piutang bulanan yang diterima oleh klien dari kreditur
|
|
||||
|
Verifikasi penyajian dan
pengungkapan
|
|
||||
|
9.
Bandingkan penyajian utang usaha dengan prinsip akuntansi berterima umum
a.
Periksa
klasifikasi utang usaha di neraca
b.
Periksa
pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha
c.
Periksa
pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha non usaha
d.
Mintalah
informasi dari klien untuk menemukan komitmen yang belum diungkapkan dan
utang bersyarat dan periksa penjelasan yang bersangkutan dengan utang
tersebut
e.
Bandingkan
akun biaya dengan akun biaya yang sama tahun lalu atau biaya yang dianggarkan
untuk mendapatkan indikasi kemungkinan adanya under statement utang lancer
|
|
||||
|
Pengujian
terhadap transaksi rinci
|
|
||||
|
3.
Periksa
sampel transaksi utang usaha yang tercatat ke dokumen yang mendukung
timbulnya utang usaha
a.
Periksa
pengendalian akun utang usaha ke dokumen pendukung : bukti kas keluar,
laporan penerimaan barang, surat
order pembelian, atau dokumen pendukung lain
b.
Periksa
pendebitan akun usaha ke dokumen pendukung : bukti kas masuk , memo debit
untuk retur penjualan
4.
Lakukan
verifikasi pisah batas (out off) transaksi pembeli
a.
Periksa
dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terakhir tahun yang
diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca
5.
Lakukan
verifikasi pisah batas (out off) transaksi pengeluaran kas
a.
Periksa
dokumen yang mendukung transaksi pembayaran utang usaha dalam minggu terakhir
tahun yang di audit dan minggu pertama setelah tanggal neraca
6.
Lakukan
pencarian utang yang belum dicatat
a.
Periksa
bukti yang mendukung transaksi pengeluaran kas yang dicatat setelah tanggal
neraca
|
|
||||
|
4.2.1
Prosedur pemeriksaan terhadap biaya
dibayar dimuka
|
|||||
|
Berikut ini akan dibahas prosedur pemeriksaan
yang terdapat dalam biaya dan pajak dibayar dimuka.
Prosedur Pemeriksaan untuk Compliance test.
l. Pelajari
dan evaluasi internal control atas biaya dan pajak dibayar dimuka.
a. Dalam hal ini internal control
questionnoises yang digunakan tercakup dalam internal control questionnaires
atas pengeluaran kas dan bank
ü
Apakah
setiap pembayaran yang menyangkut biaya dan pajak dibayar dimuka didukung
oleh bukti-bukti yang sah dan lengkap.
ü
Apakah
pembayaran tersebut diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang.
ü
Apakah
bukti setoran pajak, faktor pajak termasuk bukti pemotongan pajak oleh pihak
ketiga di file dengan baik dan rapih.
ü
Apakah lease
agreement, insurance policy di file dengan baik dan rapih.
a. Lakukan test transaksi ( compliance test
) atas biaya dan pajak dibayar dimuka.
2.
Tarik kesimpulan mengenai internal control atas biaya dan pajak dibayar
dimuka.
Prosedur Pemeriksaan Substantive sewa dibayar
dimuka ( Prepaid Rent )
6. Tie_Up / tie_in ( Cocokan ) total
yang dibebankan sebagai biaya sewa ke buku besar biaya sewa. Dalam hal ini
ada biaya sewa langsung dibebankan ke, perkiraan biaya sewa ( tanpa melalui
prepaid rent ), jumlah biaya sewa di buku besar akan terlihat lebih besar.
7. Buat usulan audit adjustment jika diperlukan.
|
|||||
4.5.3 Surat
Konfirmasi Utang Usaha
PT. YOSTM PANJAITAN
15 Januari 19X9
Asosiasi Kopi Jakarta
Jl. Jend Naga Bonar
Medan
Dengan Hormat,
Auditor kami, Muri, Toni dan Rekan
sedang melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan kami. Untuk tujuan
tersebut, dapat kiranya saudara kirimkan informasi pada 31 Desember 19X9
berikut ini kepada auditor kami.
1) Laporan yang merinci utang kepada saudara yang
menunjukan pos yang belum saudara lunasi.
2) Daftar lengkap dari utang wesel yang dapat anda terima kepada saudara
(meliputi yang telah didiskontokan) yang menunjukan tanggal timbulnya tanggal
jatuh tempo, jumlah awal, saldo terhutang, jaminan dan pinjaman.
3) Daftar rinci barang dagang saudara yang
dikonsinyasi kepada kami.
Jawaban saudara yang segera atas
permintaan ini akan sangat kami hargai. Amplop yang kami sisipkan digunakan
untuk jawaban saudara.

No comments:
Post a Comment