SISTEM AKUNTANSI
DEFINISI SISTEM
Sudah banyak ahli yang berhasil
mengungkapkan berbagai system yang berkerja dalam diri kita ( misalnya system
kekebalan tubuh untuk menghadapi penyakit cacar dan dipheri), namun masih
banyak pula berbagai system yang belum dapat di ungkapkan dengan teknologi yang
sekarang telah dimiliki oleh manusia . contoh system lain dalam diri kita
adalah system pernafasan, yang berfungsi untuk menyediakan oksigen bagi tubuh
dan untuk mengeluarkan zat asam arang yang merupakan sampah hasil pembakaran di
dalam tubuh.
Strukur system merupakan unsure –
unsure yang berbentuk system tersebut, cara kerja setiap unsure sitem tersebut
dalam mencapai tujuan system. System merupakan bagian dari system lain yang
lebih besar dari berbagai system yang lebih kecil, yang di sebut sebagai
subsistem.
Suatu system pada dasarnya adalah
sekelompok unsure yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi
bersama-sama untuk mencapai tujuan tersebut. Pengertian umum mengenai system
sebagai tersebut :
1.
Setiap
system terdiri dari unsure-unsur.
2.
Unsure-unsur
tersebut merupakan bagian terpadu system yang bersangkutan.
3.
Unsure
system tersebut berkerja sama untuk mencapai tujuan system.
4.
Suatu
system merupakan bagian dari system lain yang lebih besar.
Setiap
system dibuat untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau yang secara rutin
terjadi.
SISTEM AKUNTANSI
System akuntansi adalah organisasi
formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk
menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guana memudahkan
pengelola perusahaan. Unsure suatu system akuntansi pokok adalah formulir, catatan yang terdiri dari
jurnal, buku besar dan buku pembantu, serta laporan.
FORMULIR
Formulir merupakan dokumen yang
digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering di sebut dengan
istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam
organisasi di rekam di atas secarik kertas. Formulir juga di sebut dengan
istilah media, karena formulir merupakan media untuk mencatat peristiwa yang
terjadi dalam organisasi ke dalam catatan
Contoh formulir adalah faktur
penjualan, bukti kas keluar dan cek. Faktur penjualan misalnya : direkam data
mengenai nama pembeli, alamt pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual,
harga barang, tanda tangan otorisasi, dan sebagainya. Dalam system akuntansi
secara manual, media yang digunakan untuk merekam pertama kali data transaksi
keuangan adalah formulir yang dibuat dari kertas.
Dalam system akuntansi dengan
computer digunakan sebagai macam media
untuk memasukkan data ke dalam system pengelolahan data seperti papan ketik
dll.
JURNAL
Jurnal merupakan catatan akuntansi
pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklafikasikan dan meringkas data
keuangan dan data lainnya. Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya
diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan
disajikan dalam laporan keuangan.
BUKU BESAR
Buku besar terdiri dari rekening
–rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat
sebelumnya dalam jurnal.
BUKU PEMBANTU
Buku pembantu ini terdiri dari
rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam
buku besar.
LAPORAN
Hasil akhir proses akuntansi adalah
laporan keuangan yang dapat berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan
laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran,
laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang , daftar utang yang akan
dibayar, daftar saldo persedian yang lambat penjualannya.
PERBEDAAN PENGERTIAN SISTEM DAN
PROSEDUR
Definisi system dan prosedur adalah
sebagai berikut :
System
adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk
malaksanakan kegiatan poko perusahaan.
Prosedur adlah suatu urutan kegiatan
klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih,
yang dibuat untuk menjamin menaganan secara seragam transaksi perusahaan yang
terjadi berulang-ulang. Suatu system terdiri dari jaringan prosedur sedangkan
prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal. Mencatat informasi dalam formulir,
buku jurnal dan buku besar:
a.
Menulis
b.
Menggandakan
c.
Menghitung
d.
Member
kode
e.
Mandaftar
f.
Memilih
g.
Memindah
h.
Membandingkan
KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI
Komponen bangunan system informasi
terdiri dari, enam blok. Mempunyai tanggung jawab untuk menjadikan blok-blok
tersebut menjadi bangunan system informasi yang menghasilkan informasi bagi
para pemakainya disebut dengan analis sitem.
BLOK MASUKAN
Masukan adalah data yang dimasukkan
ke dalam system informasi beserta metode dan media yang digunakan untuk
menagkap dan memasukkan data tersebut ke dalam system. Masukan terdiri dari
transaksi, permintaan, pertanyaan, perintah dan pesan .
BLOK MODEL
Blok model terdiri dari logico mathematical models yang mengolah masukan dan data yang
disimpan, dengan berbagai macam cara, untuk memproduksi hasil yang dikehendaki
atau keluaran. Logico mathematical models
dapat mengkombinasi unsure-unsur data untuk menyediakan jawaban atas suatu
pertanyaan, atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi suatu laporan
ringkas.
BLOK KELUARAN
Produk suatu system informasi adalah
keluaran yang berupa informasi yang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat
manajemen dan semua pemakai informasi, baik pemakai intern maupun pemakai luar
organisasi. Keluaran suatu system merup[akan factor utama yang menentukan
blok-blok lain sustu system informasi . umumnya keluaran system akuntansi
berupa hasil cetak dan tayangan pada manitor computer.
BLOK TEKNOLOGI
Teknologi menangkap masukan,
menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, manghasilkan dan menyampaikan
keluaran, serta mengendalikan seluruh system.
System informasi
berbasis computer, teknologi terdiri dari komponen : computer dan penyimpan
data di luar, telekomunikasi, dan perangkat lunak.
BLOK BASIS DATA
Basis data merupakan tempat untuk
menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi, basis
data dapat di perlakukan dari dua sudut pndang secara fisik dan secara logis.
Basis data secara fisik merupakan tempat sesungguhnya suatu data disimpan,
melainkan bagaimana mencari, menggabungkan, dan mengambil data yang dapat di
simpan untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakai.
BLOK PENGENDALIAN
Semua system informasi harus
dilindungi dari bencana dan ancaman, seperti bencana alam, api , kecurangan,
kegagalan system, kesalahan dan penggelapan, penyadapan, ketidakefisienan,
sebotase, orang-orang yang dibayar untuk melakukan kejahatan.
SISTEM AKUNTANSI
DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Untuk menangani kegiatan pokok
perusahaan , umumnya dirancang system akuntansi yang terdiri dari :
1. System akuntansi pokok
2. System akuntansi piutang
3. System akuntansi utang
4. System akuntansi penagihan dan
pengupahan
5. System akuntansi biaya
6. System akuntansi kas
7. System akunatnsi persedian
8. System akunatnsi aktiva tetap
ü System
akuntansi pokok seperti
sudah dijelaskan dalam definisi system akuntansi diatas, system akuntansi pokok
merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan. Dokumen sumber dalah
dokumen yang datanya dipakai sebagai sumber pencatatan ked ala catatan
akuntansi.
ü System akuntansi piutang adalah system
akuntansi piutang dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya piutang dan
berkurangnya piutangterjadinya piutang berasal dari transaksi penjualan kredit
dan berkurangnya piutang.
ü System
akuntansi utang . system
akuntansi utang dirancang untuk mencatat transaksi terjadi utang dan
berkurangnya utang. Terjadinya utang barasal dari transaksi pembelian kredit
dan berkurangnya utang berasal dari transaksi retur pembelian dan pelunasan
utang.
ü System
akuntansi pengajian dan pengupahan. System akuntansi pengajian dan pengupahan
dirancang untuk menangani transaksi perhitungan gaji dan upah karyawan dan
pembayarannya.
ü System
akuntansi biaya. System
akuntansi biaya dirancang untuk menangani pengendalian produksi dak pengeluaran
kas.
ü System
akuntansi persedian. System
akuntansi persedian dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan
dengan mutasi persedian yang di simpan di gudang.
ü System
akuntansi aktiva tetap.
System akuntansi aktiva tetap dirancang untuk menangani transaksi yang
bersangkutan dengan mutasi aktiva tetap.
TUJUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
AKUNTANSI
Tujuan umum pengembangan system
akuntansi adalah sabagai berikut :
1. Untuk menyediakan informasi bagi
pengelolaan usaha baru.
2. Untuk memperbaiki informasi yang
dihasilkan oleh system yang sudah ada,.
3. Untuk memperbaiki pengendalian
akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan.
4. Untuk mengurangi biaya klerikal dan
penyelenggaraan catatan akuntansi.
Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. Kebutuhan pengembangan system
akuntansi terjadi jika perusahaan baru didirikan atau suatu perusahaan
menciptakan usaha baru yang berbeda dengan usaha yang telah dijalankan selama
ini.
Untuk
memperbaiki pengendalian informasi
yang dihasilkan oleh sistm yang sudah ada. Adakalanya system akuntansi yang
berlaku tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, baik dalam hal mutu,
ketetapan penyajian maupun skruktur infpormasi yang terdapat dalam laporan
Untuk
memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern. Akuntansi
merupakan alat pertanggungjawaban kekayaan suatu organisasi.
Untuk
mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan
catatan akuntansi. pengembangan system akuntansi seringkali ditujukan untuk
menghemat biaya.
TIFE PENUNGASAN PENGEMBANGAN SISTEM
AKUNTANSI
Berdasarkan tujuan pengembangan
system akuntansi tersebut di atas, penugasan pengembangan system akuntansi
dapat berbentuk seperti berikut :
1. Pengembangan suatu system akuntansi
baru yang lengkap.
2. Peluasan system akuntansi yang sekarang
dipakai untuk mencakup kegiatan bisnis yang baru.
3. Perbaikan berbagai tahap system dan
prosedur yang sekarang digunakan.
Pengembangan system akuntansi baru yang
lengkap mencakup penegmbangan berbagai system adalah :
1.
System akuntansi
pokok.
2.
System
akuntansi piutang
SIAPA YANG HARUS MENGERJAKAN PEKERJAAN
PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI
Pekerjaan pengembangan system
akuntansi biasanya dikerjakan oleh : analis system yang bekerja dalam perusahan
atau profesi akuntan public. Dalam perusahaan yang besar biasanya dibentuk unit
organisasi. Unit organisasi ini sering disebut dengan Departemen system
informasi. Jika perusahaan memiliki departemen system informasi, pengembangan
system akuntansi dalam perusahaan tersebut di tegaskan kepada departemen ini.
SISTEM AKUNTANSI UNTUK MELAKSANAKAN
BISNIS
Peran penting system akuntansi yang
diuraikan berikut ini : seperti system perbankan yang mengembalikan cancelled
check kepada pembuat cek, cash on delivery sale, system penagihan yang digunakan
dalam penjualan bahan bakar melalui unattended gasoline station belum dapat di
jumpai di Indonesia.
CANCELLED CHECK
Cancelled check berbeda dengan
voided check. Cancelled check adalah cek yang telah diterima kembali oleh
pembuatan cek melalui system perbankan, setelah cek tersebut digunakan sebagai
alat pembayaran.
Di
Indonesia candelled check tidak dikembalikan kepada pembuat cek, melainkan
disimpan dibank pihak pembuat cek. System perbankan ini menghambat kelancaran
transaksi pembayaran di dalam masyarakat dalam dua hal :
1. Pihak yang melakukan pembayaran dengan
cek tidak dijamin memperoleh bukti penerimaan pembayaran melalui system
perbankan.
2. Penerima pembayaran harus melakukan
pekerjaan khusus untuk membuat bukti documenter berupa kwitansi sebagai tanda
penerimaan pembayaran dari pihak yang melakukan pembayaran.
Cod sale
Cash on delivery sale ( cod sale )
berbeda dengan over – the –counter sale. Over the counter sale adalah system
penjualan yang pembelian dating ke perusahaan, melakukan pemilihan barang,
melakukan pembayaran harga barang ke kasa, dan menerima barang yang dibeli.
Unattended gasoline station
Unattended gasoline station adalah
tempat penjualan bensin yang tidak dijaga oleh orang pembeli yang melakukan
pembelian ke tempat penjualan ke tempat ini adalah pembeli yang berlangganan
kartu kredit ke perusahaan pengelola tempat penjualan bensin.
Bisnis
kartu kredit
Bisnis kartu kredit pada dasarnya
merupakan bisnis yang menjual jasa penagihan kepada perusahaan-perusahaan
penjual barang dan jasa melalui system penagihan. Barang dan jasa dan konsumen
memperoleh manfaat sebagai :
1. Perusahaan – perusahaan penjual barang
dan jasa memperoleh manfaat dapat memperbesar volume penjualan karena mereka
dapat menarik konsumen untuk mengkonsumsi sekarang pendapatan yang akan
diperolehnya di masa yang akan datang.
2. Para konsumen memperoleh manfaat dapat
mengkonsumsi sekarang pendapatan yang akan mereka peroleh di masa yang akan
datang.
HUBUNGAN SISTEM AKUNTANSI DENGAN SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
Manajemen perusahaan menjalankan
bisnis perusahaan dengan menggunakan system informasi yang di sebut system
informasi manajemen. Untuk memasarkan produk dan jasa yang di hasilkan
perusahaan, manajemen menggunakan system
informasi pemasaran. System informasi ini yang memungkinkan namajemen mengambil
keputusan mengenai langganan yang harus dilayani, jenis barang dan jasa yang
diperlukan oleh pelanggan, saat dan cara pengiriman barang kepada pelanggan
Pengembangan sistem akuntansi dilaksanakan oleh analisa sistem melalui 3 tahap utama yaitu:
Dalam setiap tahap utama pengembangan sistem akuntansi, analisis sistem menghasilkan dokumen tertulis , berupa usulan (proposal) dan/atau laporan. Dalam tahap analisa sistem, dokumen tertulis yang dibuat sebagai perencanaan analisis yang akan dilaksanakan oleh analisis sistem disebut "Usulan untuk melaksanakan analisis sistem". Dokumen ini dibuat oleh analisis sistem berdasarkan rancangan acuan yang dibuat oleh pemakai informasi. Hasil pelaksanaan analisis sistem dituangkan oleh analisis sistem dalam dokumen tertulis yang disebut "Laporan hasil analisa sistem".
DEFINISI
FORMULIR Sejak lahir hingga meninggal dunia, masyarakat modern selalu
berhubungan dengan formulir. Formulir kelahiran demikian sampai kita meninggal
semua menggunakan formulir. Apakah formulir itu ? Formulir adalah secarik
kertas yang memiliki ruang untuk diisi. Formulir disebut juga dengan dokumen.
Contoh: Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode,
nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb. Gambar – 23
: Contoh Formulir Faktur Penjualan Tunai FORMULIR ELEKTRONIK Definisi tetang
formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan
dalam bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis,
pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam
bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar
komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan
data elektronik. Manfaat formulir elektronik yaitu; 1. Tidak pernah kehabisan
formulir Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat
berhenti jika perusahaan kehabisan formulir. 2. Tidak pernah ketinggalan jaman
Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi
ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan
perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak
diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik. 3. Ketidakefisienan
formulir dapat dihindari Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna
formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk
perancangan dan percetakan diperlukan biaya. Formulir elektronik mudah untuk
segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai
dengan tepat. 4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah Penggunaan
formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan
formulir oleh orang yang tidak berhak. Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa
dipalsukan, Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan
dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang
memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi
“password”. Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah
menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file
komputer. 5. Kecepatan pengisian formulir Kecepatan pengisian formulir
elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong
yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir
secara logis. Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan,
pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil
perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir. 6. Penangkapan data dilakukan
sekali Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir,
kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan
data ke dalam sistem informasi. Dengan menggunakan formulir elektronik,
duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem
informasi tidak akan terjadi. 7. Tidak ada data yang mengambang Dengan formulir
elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain
secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang. Dengan formulir
kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk
menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain. 8. Kemudahan
dalam pengelolaan formulir Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir,
pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks. Dengan
penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap
formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi. Sistem komputer
dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah
digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan
berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan. MANFAAT FORMULIR Fromulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya. Contoh: banyak orang berpikir pesawat bisa terbang karena pilotnya ini salah yang benar karena formulir yang memberikan ijin bagi pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut. Dalam perusahaan, formulir bermanfaat: 1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis. Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut. Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian. 2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan. Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis. Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll. 3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan. Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya. Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok. 4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain. Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi. Contoh: Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut. PENGGOLONGAN FORMULIR Formulir dapat digolongkan menurut: 1. Sumbernya Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu: a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan. Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang. b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll. c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan. Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar. Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank. 2. Tujuan penggunaannya Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu: a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan. Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta. Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenu
MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan: 1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir. Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir. Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima. 2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data. Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen. 3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas. Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu. 4. Unsur internal check dalam merancang formulir. Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi. 5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir. Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima. 6. Nama formulir. Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya. Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut. 7. Nomor identifikasi pada setiap formulir. Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir. Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut. Gambar – 24 : Contoh formulir Bukti Kas Keluar 8. Formulir besar. Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan. 9. Pencetakan garis pada fomulir Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri. 10. Pencatuman nomor urut tercetak Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis. Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang. 11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi. 12. Formulir ganda Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda. GAMBAR - : Surat Order Pembelian GAMBAR - : Tembusan Surat Order Pembelian Yang Di Kirim ke Bagian Penerimaan KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ? Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ? 1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan. Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya. 2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut. Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut. Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian. 3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan. Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar. Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan. 4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan. Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut. Gambar: Pembagian Zona dalam Formulir FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini: 1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat. 2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan. 3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir. 4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja. 5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi. 6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yan
DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam: - dokumen sumber - dokumen pendukung Dokumen sumber adalah Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu. Dokumen pendukung adalah Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut. Contoh: Gambar: Transaksi, Dokumen Sumber, dan Dokumen Pendukung yang bersangkutan TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTANPenjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas Penjualan Kredit Faktur Penjualan - Surat order pengoiriman - Laporan pengiriman barang - Surat muat Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang Pembelian Bukti Kas Keluar - Surat order pembelian - Laporan penerimaan barang - Faktur dari pemasok Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar - Daftar gaji - Rekap daftar gaji Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang - SOAL & KASUS: 1. Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi. Sebutkan informasi apa saja yang harus dicantumkan dalam formulir g harus dibuat, jika hal ini diperlukan. INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi: 1. Yang bersagkutan dengan hi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll. b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan. Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan. Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.
BAB 2 METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI
- Analisa sistem
- Desain sistem
- Implementasi sistem
Dalam setiap tahap utama pengembangan sistem akuntansi, analisis sistem menghasilkan dokumen tertulis , berupa usulan (proposal) dan/atau laporan. Dalam tahap analisa sistem, dokumen tertulis yang dibuat sebagai perencanaan analisis yang akan dilaksanakan oleh analisis sistem disebut "Usulan untuk melaksanakan analisis sistem". Dokumen ini dibuat oleh analisis sistem berdasarkan rancangan acuan yang dibuat oleh pemakai informasi. Hasil pelaksanaan analisis sistem dituangkan oleh analisis sistem dalam dokumen tertulis yang disebut "Laporan hasil analisa sistem".
Pengembangan suatu aplikasi basis data merupakan
bagian integral dari pengembangan sistem informasi akuntansi.
Pengembangan basis data tidak terlepas dari bagaimana sistem informasi
akuntansi tersebut berkembang. Bagian ini membahas secara singkat
bagaimana metodologi pengembangan sistem dan posisi pengembangan
aplikasi basis data untuk dalam proses pengambangan sistem informasi
akuntansi.
Metodologi pengembangan secara umum memiliki berbagai macam jenis. Secara kronologi, metodologi pengembangan sistem yang pertama kali digunakan adalah waterfall model. Waterfall model ini juga sering disebut systems development life cycle (SDLC). Secara umum tahapan dalam waterfall model atau SDLC meliputi tahap analisa, perencanaan, uji coba, dan implementasi.
SDLC memiliki kelemahan, yaitu sering dianggap tidak realistis. Pertama, model SDLC mengansumsi bahwa jika setiap tahapan selesai dikerjakan, dapat dilanjutkan dengan tahapan berikutnya. Jadi, proses perkembangan sistem dianggap linear dan tidak berulang (iterative). Kenyataannya, mungkin saja suatu tahap jika diulang terdapat kondisi yang mengharuskan sistem diubah.
Pada saat tahap perancangan ternyata ada penambahan kebutuhan
dikarenakan perubahan organisasi atau pengaruh eksternal (perubahan
peraturan pemerintah misalnya). Dengan sendirinya pengembangan sistem
harus kembali ketahap analisa untuk menganalisa perubahan kebutuhan
sistem yang diakibatkan karena adanya perubahan tadi. Fenomena tersebut
sangat jamak didalam pengembangan sistem.
Secara umum, pengembangan sistem (dan tentunya sistem informasi akuntansi) memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut, antara lain :
Perencanaan aplikasi dan basis data mengikuti tahapan pengembangan sistem sendiri. Kita perlu tahu kebutuhan informasi apa yang harus dipenuhi oleh basis data dan aplikasi yang kita buat, merancangnya, membuatnya, dan menerapkannya. Diharapkan dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem yang baku, aplikasi yang dibuat mampu memenuhi kebutuhan informasi penggunanya.
Metodologi pengembangan secara umum memiliki berbagai macam jenis. Secara kronologi, metodologi pengembangan sistem yang pertama kali digunakan adalah waterfall model. Waterfall model ini juga sering disebut systems development life cycle (SDLC). Secara umum tahapan dalam waterfall model atau SDLC meliputi tahap analisa, perencanaan, uji coba, dan implementasi.
SDLC memiliki kelemahan, yaitu sering dianggap tidak realistis. Pertama, model SDLC mengansumsi bahwa jika setiap tahapan selesai dikerjakan, dapat dilanjutkan dengan tahapan berikutnya. Jadi, proses perkembangan sistem dianggap linear dan tidak berulang (iterative). Kenyataannya, mungkin saja suatu tahap jika diulang terdapat kondisi yang mengharuskan sistem diubah.
Secara umum, pengembangan sistem (dan tentunya sistem informasi akuntansi) memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut, antara lain :
- Analisa, dalam tahapan analisa ini, usulan pengembangan sistem baru dikaji secara khusus. Setelah yakin bahwa sistem baru itu memang dibutuhkan, maka dilakukan analisa untuk menemukan kelemahan sistem yang lama dan menemukan kebutuhan sistem yang baru.
- Perancangan, dalam tahap ini kebutuhan sistem baru dipenuhi dengan rancangan sistem baru. Berbagai macam alat permodelan digunakan untuk menggambarkan sistem baru yang akan dibuat.
- Uji coba, dalam tahap uji coba rancangan sistem baru diwujudkan. Jika membutuhkan aplikasi maka bisa dibuat juga diuji coba dan diintegrasikan dengan sistem lama.
- Implementasi, tahapan dimana sistem baru dijalankan untuk menggantikan sistem yang lama.
Perencanaan aplikasi dan basis data mengikuti tahapan pengembangan sistem sendiri. Kita perlu tahu kebutuhan informasi apa yang harus dipenuhi oleh basis data dan aplikasi yang kita buat, merancangnya, membuatnya, dan menerapkannya. Diharapkan dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem yang baku, aplikasi yang dibuat mampu memenuhi kebutuhan informasi penggunanya.
Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi
Mulyadi :
- Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
- Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
- Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (Reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
- Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi
Mulyadi :
- Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.
- Perluasan Sistem akuntansi yang sekarang dipakai agar mencakup kegiatan bisnis yang baru.
- Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan.
Tahapan-tahapan dalam Pengembangan Sistem Akuntansi
Mulyadi :
Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut :
- Analisis Sistem : Analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaannya.Terdiri dari :
- Analisis Pendahuluan : Analisis sistem mengumpulkan informasi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
- Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem : Untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analis sistem mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan oleh analis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
- Pelaksanaan Analisis Sistem : Didasarkan pada rencana kerja yang dituangkan dalam Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem. Contoh langkah yang dilakukan oleh analis sistem dalam melaksanakan analisis sistem adalah :
- Analisis Laporan yang Dihasilkan Sistem Sekarang
- Menganalisis Transaksi
- Mempelajari Catatan Pertama
- Mempelajari Catatan Terakhir
- Penyusunan Laporan Hasil Analisis Sistem : Merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi yang berisi temuan-temuan yang diperoleh oleh analis sistem dalam analisis sistem. Isi Laporan Hasil Analisis Sistem meliputi :
- Pernyataan kembali alasan yang mendasari dan luas analisis sistem yang dilaksanakan oleh analis sistem.
- Daftar masalah besar yang ditemukan analis sistem.
- Surat pernyataan persyaratan informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi.
- Suatu pernyataan tentang asumsi penting yang dibuat oleh analis sistem selama melakukan analisis sistem.
- Suatu proyeksi sumber daya yang diperlukan beserta biaya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem akuntansi yang baru, atau pengubahan sistem yang sekarang digunakan oleh perusahaan. Proyeksi ini mencakup kelaikan dilanjutkannya tahap-tahap berikutnya pengembangan sistem akuntansi.
- Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang diusulkan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang diusulkan tersebut.
Sumber Informasi dalam Analisis Sistem :
- Sistem Akuntansi yang sekarang digunakanManfaat utama dilakukannya analisis terhadap sistem akuntansi yang lama :
- Efektifitas Sistem Akuntansi Yang Sekarang Digunakan.
- Ide Rancangan.
- Identifikasi Sumber Daya.
- Pengetahuan Konversi.
- Titik awal yang sama dalam menuju ke Perubahan Baru.
- Sumber Intern Yang lainTerdiri dari :
- Orang
- Pekerjaan Tulis Menulis
- Hubungan
- Sumber Luar
Teknik Pengumpulan Informasi dalam Analisis Sistem :
- Wawancara
- Kuesioner
- Metode Analisis Kelompok
- Pengamatan, dan
- Pengambilan sampel dan pengumpulan dokumen.
- Desain Sistem : Proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan. Terdiri dari :
- Desain sistem secara garis besar
- Penyusunan Usulan Desain Sistem Secara Garis Besar
- Evaluasi Sistem
- Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Garis Besar
- Desain Sistem Secara Sistem
- Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Rinci.
- Implementasi Sistem : Pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem, dan pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang dirancang menjadi dapat dilaksanakan secara operasional. Terdiri dari :
- Persiapan Implementasi Sistem
- Pendidikan dan Pelatihan Karyawan.
BAB 3
berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan. MANFAAT FORMULIR Fromulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya. Contoh: banyak orang berpikir pesawat bisa terbang karena pilotnya ini salah yang benar karena formulir yang memberikan ijin bagi pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut. Dalam perusahaan, formulir bermanfaat: 1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis. Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut. Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian. 2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan. Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis. Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll. 3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan. Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya. Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok. 4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain. Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi. Contoh: Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut. PENGGOLONGAN FORMULIR Formulir dapat digolongkan menurut: 1. Sumbernya Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu: a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan. Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang. b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll. c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan. Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar. Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank. 2. Tujuan penggunaannya Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu: a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan. Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta. Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenu
MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan: 1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir. Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir. Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima. 2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data. Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen. 3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas. Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu. 4. Unsur internal check dalam merancang formulir. Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi. 5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir. Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima. 6. Nama formulir. Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya. Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut. 7. Nomor identifikasi pada setiap formulir. Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir. Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut. Gambar – 24 : Contoh formulir Bukti Kas Keluar 8. Formulir besar. Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan. 9. Pencetakan garis pada fomulir Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri. 10. Pencatuman nomor urut tercetak Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis. Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang. 11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi. 12. Formulir ganda Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda. GAMBAR - : Surat Order Pembelian GAMBAR - : Tembusan Surat Order Pembelian Yang Di Kirim ke Bagian Penerimaan KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ? Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ? 1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan. Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya. 2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut. Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut. Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian. 3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan. Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar. Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan. 4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan. Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut. Gambar: Pembagian Zona dalam Formulir FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini: 1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat. 2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan. 3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir. 4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja. 5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi. 6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yan
DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam: - dokumen sumber - dokumen pendukung Dokumen sumber adalah Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu. Dokumen pendukung adalah Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut. Contoh: Gambar: Transaksi, Dokumen Sumber, dan Dokumen Pendukung yang bersangkutan TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTANPenjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas Penjualan Kredit Faktur Penjualan - Surat order pengoiriman - Laporan pengiriman barang - Surat muat Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang Pembelian Bukti Kas Keluar - Surat order pembelian - Laporan penerimaan barang - Faktur dari pemasok Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar - Daftar gaji - Rekap daftar gaji Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang - SOAL & KASUS: 1. Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi. Sebutkan informasi apa saja yang harus dicantumkan dalam formulir g harus dibuat, jika hal ini diperlukan. INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi: 1. Yang bersagkutan dengan hi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll. b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan. Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan. Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.
BAB 4
JURNAL
Pengertian
jurnal adalah suatu transaksi
yang direkam dalam formulir,pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan.di
bandingkn dengan akuntansi lainya,pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih
lengkap dan lebih terinci,serta menurut urutan tanggal kejadian
transaksi.karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama
diselanggarakan dalam proses akuntansi,maka dalam sistim akuntansi,jurnal harus
di rancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi suatu trasaksi.
JURNAL UMUM
Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit,maka
jurnal umum dapat di bagi menjadi dua kolom,yaitu debit dan kredit,
Kolom-kolom dalam jurnal umum tersebut dapat di
isi dengan data sebagai berikut:
a.Kolom tanggal,,kolom ini diisi
dengan tanggal terjadinya transaksi,yang di isi sesuai dengan cara berurutan
yang sesuai dengan kornologi.
b.Kelompok keterangan,,kolom ini
diisi dengan kelompok lengkap sesuai dengan transaksi yang terjadi,,seperti
nama rekenng yang di debit dan dikredit
c.Kolom nomor bukti,,kolom ini
dapat di gunakan untuk mencatat dalam formulir(dokumen sumber) yang di pakai
sebagai pencatatan data dalam jurnal tersebut.pencatatan dalam jurnal dapat
diverikasi ketelitian dan kebenaran.
d.Kolom nomar rekening,,kolom ini diisi
dalam nomor rekening yang didebit dan dalam nomor rekening di kredit dengan
adanya transaksi.
e.Kolom debit dan kredit,,kolom
ini di isi dengan jumlah rupiah transaksi.,jumlah rupiah dalam kolom ini
diringkas yang menurut nomor rekening yang tercantum dalm nomor
rekening.,selain itu juga dapat di masukan dalam bentuk pembukuan rekening yang
bersangkutan dalam bentuk buku besar.
JURNAL
KHUSUS
Dalam hal ini mulai di perlakukan jurnal
khusus,selain jurnal umum tersebut,dan di butuhkan lebih banyak karyawan untuk
nenyelangarakan berbagai jurnal khusus.
Ada berbagai alasan mengapa jurnal umum dapat di
pisah:
1.untuk
mengololo dan mengumpulkan transaksi yang sama ferekuensinya yang tinggi.
2.untuk
mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar untuk nengolongkan transaksi
yang di catat.
3.untuk
memungkinkan pekerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal yang di lakukan
oleh beberapa orang.
4.untuk
menciptakan kepedulian intren.
PERINSIP
DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN JURNAL
Prinsip-prinsip dasar yang melandasi pembuatan
rancangan jurnal adalah sebagai berikut
1.Harus
tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan dalam
perusahan.
2.jurnal
akan di gunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok
tertentu.
3.untuk
mengurangi pencatatan pembukuan yang terinci.
4.Nama
kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan.
5.Kolom-kolom
dalam jurnal di gunakan untuk mengum-pulkan angka yang akan diringkas dalam
rekening.
6.Sedapat
mungkin jurnal harus di rancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin
informasi dan dokumen sumbernya.
7.Harus
di tetapkan dengan dokumen sumber dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban
informasi dapat di tentukan.
JENIS
JURNAL
Jenis-jenis jurnalyang biasanya dapatdalam
perusahan yang relatif besar adalah sebagai berikut:
1.Jurnal
penjualan
2.Jurnal
pembelian
3.Jurnal
penerimaan kas
4.Jurnal
pengeluaran kas
5.Jurnal
umum
1.JURNAL PENJUALAN Adalah jurnal yang di
gunakan untuk mencatat transaksi penjualan.
2.JURNAL
PEMBELIAN Adalah jurnal yang di catat dalam jurnal pembelian kredit.
3.JURNAL
PENERIMAAN KAS Adalah jurnal yang di gunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
4.JURNAL PENGELUARAN KAS Adalah jurnal yang di gunakan pengeluaran kas
untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
5.JURNAL UMUM Adalah untuk mencatat transaksi selain yang di catat dalam jurnal
khusus.
METODE
PENCATATAN DATA KE DALAM JURNAL
Ada beberapa bentuk yang di gunakan untuk mencatat
informasi dalam jurnal:
1.Dengan
pena
2.Dengan
mesin pembukuan
3.Dengan
arsip dokumen sumber yang berpungsi sebagai jurnal.
4.Dengan
komputer.
Dendan pena.informasi dalam dukomen sumber di
salin dalam jurnal dengan menggunakan tulis tanggan.
Dengan mesin pembukuan.informasi dalam dokumen
sumber di salin dalam jurnal dengan menggunakan mesin pembukuan.
Dengan dokumen sumber sebagai jurnal.dalam cara
nin jurnal berupa arsip dokumen sumber yang di susun menurut waktu terjadinya
transaksi.
Dengan komputer.Data dalam dokumen sumber di
masukan ke dalam sistem komputer melalui keyboard
dan di catat dalam arsip transaksi (transaction
file) yang berfungsi sebagai jurnal.
LANGKAH
PENCATATAN JURNAL
Adalah langkah yang bisa di tempuh oleh ahli
sistem dalam merancang jurnal
1.mengumpulkan
informasi mengenai karakteraistik transaksi yang terjadi dalam permusuhan.
2.membuat
jurnal standar.(standard journal
entries).untuk setiap jenis transaksi yang ferekuensinya tinggi.
3.merancang
jurnal berdasarkan jurnal standar tersebut.
No comments:
Post a Comment