Tuesday, 23 April 2013

BAB I SISTEM AKUNTANSI


                                      SISTEM AKUNTANSI
DEFINISI SISTEM
Sudah banyak ahli yang berhasil mengungkapkan berbagai system yang berkerja dalam diri kita ( misalnya system kekebalan tubuh untuk menghadapi penyakit cacar dan dipheri), namun masih banyak pula berbagai system yang belum dapat di ungkapkan dengan teknologi yang sekarang telah dimiliki oleh manusia . contoh system lain dalam diri kita adalah system pernafasan, yang berfungsi untuk menyediakan oksigen bagi tubuh dan untuk mengeluarkan zat asam arang yang merupakan sampah hasil pembakaran di dalam tubuh.
Strukur system merupakan unsure – unsure yang berbentuk system tersebut, cara kerja setiap unsure sitem tersebut dalam mencapai tujuan system. System merupakan bagian dari system lain yang lebih besar dari berbagai system yang lebih kecil, yang di sebut sebagai subsistem.
Suatu system pada dasarnya adalah sekelompok unsure yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tersebut. Pengertian umum mengenai system sebagai tersebut :
1.       Setiap system terdiri dari unsure-unsur.
2.      Unsure-unsur tersebut merupakan bagian terpadu system yang bersangkutan.
3.      Unsure system tersebut berkerja sama untuk mencapai tujuan system.
4.      Suatu system merupakan bagian dari system lain yang lebih besar.
Setiap system dibuat untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau yang secara rutin terjadi.
SISTEM AKUNTANSI
            System akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guana memudahkan pengelola perusahaan. Unsure suatu system akuntansi pokok  adalah formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu, serta laporan.
FORMULIR
            Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering di sebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi di rekam di atas secarik kertas. Formulir juga di sebut dengan istilah media, karena formulir merupakan media untuk mencatat peristiwa yang terjadi dalam organisasi ke dalam catatan
            Contoh formulir adalah faktur penjualan, bukti kas keluar dan cek. Faktur penjualan misalnya : direkam data mengenai nama pembeli, alamt pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual, harga barang, tanda tangan otorisasi, dan sebagainya. Dalam system akuntansi secara manual, media yang digunakan untuk merekam pertama kali data transaksi keuangan adalah formulir yang dibuat dari kertas.   
            Dalam system akuntansi dengan computer digunakan sebagai  macam media untuk memasukkan data ke dalam system pengelolahan data seperti papan ketik dll.
JURNAL
            Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklafikasikan dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
BUKU BESAR
            Buku besar terdiri dari rekening –rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.
BUKU PEMBANTU
            Buku pembantu ini terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan  yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar.
LAPORAN
            Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang , daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persedian yang lambat penjualannya.
PERBEDAAN PENGERTIAN SISTEM DAN PROSEDUR
            Definisi system dan prosedur adalah sebagai berikut :
System adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk malaksanakan kegiatan poko perusahaan.
            Prosedur adlah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin menaganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Suatu system terdiri dari jaringan prosedur sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal. Mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal dan buku besar:

a.       Menulis
b.      Menggandakan
c.       Menghitung
d.      Member kode
e.       Mandaftar
f.        Memilih
g.      Memindah
h.      Membandingkan

KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI
            Komponen bangunan system informasi terdiri dari, enam blok. Mempunyai tanggung jawab untuk menjadikan blok-blok tersebut menjadi bangunan system informasi yang menghasilkan informasi bagi para pemakainya disebut dengan analis sitem.

BLOK MASUKAN
            Masukan adalah data yang dimasukkan ke dalam system informasi beserta metode dan media yang digunakan untuk menagkap dan memasukkan data tersebut ke dalam system. Masukan terdiri dari transaksi, permintaan, pertanyaan, perintah dan pesan .

BLOK MODEL
            Blok model terdiri dari logico mathematical models  yang mengolah masukan dan data yang disimpan, dengan berbagai macam cara, untuk memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. Logico mathematical models dapat mengkombinasi unsure-unsur data untuk menyediakan jawaban atas suatu pertanyaan, atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi suatu laporan ringkas.

BLOK KELUARAN
            Produk suatu system informasi adalah keluaran yang berupa informasi yang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi, baik pemakai intern maupun pemakai luar organisasi. Keluaran suatu system merup[akan factor utama yang menentukan blok-blok lain sustu system informasi . umumnya keluaran system akuntansi berupa hasil cetak dan tayangan pada manitor computer.

BLOK TEKNOLOGI
            Teknologi menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, manghasilkan dan menyampaikan keluaran, serta mengendalikan seluruh system.
System informasi berbasis computer, teknologi terdiri dari komponen : computer dan penyimpan data di luar, telekomunikasi, dan perangkat lunak.


BLOK BASIS DATA
            Basis data merupakan tempat untuk menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi, basis data dapat di perlakukan dari dua sudut pndang secara fisik dan secara logis. Basis data secara fisik merupakan tempat sesungguhnya suatu data disimpan, melainkan bagaimana mencari, menggabungkan, dan mengambil data yang dapat di simpan untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakai.

BLOK PENGENDALIAN
            Semua system informasi harus dilindungi dari bencana dan ancaman, seperti bencana alam, api , kecurangan, kegagalan system, kesalahan dan penggelapan, penyadapan, ketidakefisienan, sebotase, orang-orang yang dibayar untuk melakukan kejahatan.

SISTEM AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR
            Untuk menangani kegiatan pokok perusahaan , umumnya dirancang system akuntansi yang terdiri dari :
1.       System akuntansi pokok
2.      System akuntansi piutang
3.      System akuntansi utang
4.      System akuntansi penagihan dan pengupahan
5.      System akuntansi biaya
6.      System akuntansi kas
7.      System akunatnsi persedian
8.      System akunatnsi aktiva tetap

ü  System akuntansi pokok seperti sudah dijelaskan dalam definisi system akuntansi diatas, system akuntansi pokok merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan. Dokumen sumber dalah dokumen yang datanya dipakai sebagai sumber pencatatan ked ala catatan akuntansi.
ü  System akuntansi piutang adalah system akuntansi piutang dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya piutang dan berkurangnya piutangterjadinya piutang berasal dari transaksi penjualan kredit dan berkurangnya piutang.
ü  System akuntansi utang . system akuntansi utang dirancang untuk mencatat transaksi terjadi utang dan berkurangnya utang. Terjadinya utang barasal dari transaksi pembelian kredit dan berkurangnya utang berasal dari transaksi retur pembelian dan pelunasan utang.
ü  System akuntansi pengajian dan pengupahan. System akuntansi pengajian dan pengupahan dirancang untuk menangani transaksi perhitungan gaji dan upah karyawan dan pembayarannya.
ü  System akuntansi biaya. System akuntansi biaya dirancang untuk menangani pengendalian produksi dak pengeluaran kas.
ü  System akuntansi persedian. System akuntansi persedian dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi persedian yang di simpan di gudang.
ü  System akuntansi aktiva tetap. System akuntansi aktiva tetap dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi aktiva tetap.
TUJUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI
            Tujuan umum pengembangan system akuntansi adalah sabagai berikut :
1.       Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan usaha baru.
2.      Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh system yang sudah ada,.
3.      Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan.
4.      Untuk mengurangi biaya klerikal dan penyelenggaraan catatan akuntansi.


       Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. Kebutuhan pengembangan system akuntansi terjadi jika perusahaan baru didirikan atau suatu perusahaan menciptakan usaha baru yang berbeda dengan usaha yang telah dijalankan selama ini.
 Untuk memperbaiki pengendalian informasi yang dihasilkan oleh sistm yang sudah ada. Adakalanya system akuntansi yang berlaku tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, baik dalam hal mutu, ketetapan penyajian maupun skruktur infpormasi yang terdapat dalam laporan
            Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern. Akuntansi merupakan alat pertanggungjawaban kekayaan suatu organisasi.
 Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi. pengembangan system akuntansi seringkali ditujukan untuk menghemat biaya.

TIFE PENUNGASAN PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI
            Berdasarkan tujuan pengembangan system akuntansi tersebut di atas, penugasan pengembangan system akuntansi dapat berbentuk seperti berikut :
1.       Pengembangan suatu system akuntansi baru yang lengkap.
2.      Peluasan system akuntansi yang sekarang dipakai untuk mencakup kegiatan bisnis yang baru.
3.      Perbaikan berbagai tahap system dan prosedur yang sekarang digunakan.

Pengembangan system akuntansi baru yang lengkap mencakup penegmbangan berbagai system adalah :
1.       System akuntansi pokok.
2.      System akuntansi piutang

SIAPA YANG HARUS MENGERJAKAN PEKERJAAN PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI
            Pekerjaan pengembangan system akuntansi biasanya dikerjakan oleh : analis system yang bekerja dalam perusahan atau profesi akuntan public. Dalam perusahaan yang besar biasanya dibentuk unit organisasi. Unit organisasi ini sering disebut dengan Departemen system informasi. Jika perusahaan memiliki departemen system informasi, pengembangan system akuntansi dalam perusahaan tersebut di tegaskan kepada departemen ini.

SISTEM AKUNTANSI UNTUK MELAKSANAKAN BISNIS
            Peran penting system akuntansi yang diuraikan berikut ini : seperti system perbankan yang mengembalikan cancelled check kepada pembuat cek, cash on delivery sale, system penagihan yang digunakan dalam penjualan bahan bakar melalui unattended gasoline station belum dapat di jumpai di Indonesia.
CANCELLED CHECK
            Cancelled check berbeda dengan voided check. Cancelled check adalah cek yang telah diterima kembali oleh pembuatan cek melalui system perbankan, setelah cek tersebut digunakan sebagai alat pembayaran.
Di Indonesia candelled check tidak dikembalikan kepada pembuat cek, melainkan disimpan dibank pihak pembuat cek. System perbankan ini menghambat kelancaran transaksi pembayaran di dalam masyarakat dalam dua hal :
1.       Pihak yang melakukan pembayaran dengan cek tidak dijamin memperoleh bukti penerimaan pembayaran melalui system perbankan.
2.      Penerima pembayaran harus melakukan pekerjaan khusus untuk membuat bukti documenter berupa kwitansi sebagai tanda penerimaan pembayaran dari pihak yang melakukan pembayaran.
Cod sale
            Cash on delivery sale ( cod sale ) berbeda dengan over – the –counter sale. Over the counter sale adalah system penjualan yang pembelian dating ke perusahaan, melakukan pemilihan barang, melakukan pembayaran harga barang ke kasa, dan menerima barang yang dibeli.
Unattended gasoline station
Unattended gasoline station adalah tempat penjualan bensin yang tidak dijaga oleh orang pembeli yang melakukan pembelian ke tempat penjualan ke tempat ini adalah pembeli yang berlangganan kartu kredit ke perusahaan pengelola tempat penjualan bensin.
Bisnis kartu kredit
            Bisnis kartu kredit pada dasarnya merupakan bisnis yang menjual jasa penagihan kepada perusahaan-perusahaan penjual barang dan jasa melalui system penagihan. Barang dan jasa dan konsumen memperoleh manfaat sebagai :
1.       Perusahaan – perusahaan penjual barang dan jasa memperoleh manfaat dapat memperbesar volume penjualan karena mereka dapat menarik konsumen untuk mengkonsumsi sekarang pendapatan yang akan diperolehnya di masa yang akan datang.
2.      Para konsumen memperoleh manfaat dapat mengkonsumsi sekarang pendapatan yang akan mereka peroleh di masa yang akan datang.

HUBUNGAN SISTEM AKUNTANSI DENGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
            Manajemen perusahaan menjalankan bisnis perusahaan dengan menggunakan system informasi yang di sebut system informasi manajemen. Untuk memasarkan produk dan jasa yang di hasilkan perusahaan, manajemen  menggunakan system informasi pemasaran. System informasi ini yang memungkinkan namajemen mengambil keputusan mengenai langganan yang harus dilayani, jenis barang dan jasa yang diperlukan oleh pelanggan, saat dan cara pengiriman barang kepada pelanggan

BAB 2 METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI

Pengembangan sistem akuntansi dilaksanakan oleh analisa sistem melalui 3 tahap utama yaitu:

  1. Analisa sistem
  2. Desain sistem
  3. Implementasi sistem
Tahap analisa sistem merupakan tahap yang paling menentukan dalam proses pengembangan sistem akuntansi. Kesalahan yang terjadi pada tahap analisa sistem akan mengakibatkan sistem akuntansi yang dirancang dan diimplementasikan tidak mampu memenuhi kebutuhan informasi.
    Dalam setiap tahap utama pengembangan sistem akuntansi, analisis sistem menghasilkan dokumen tertulis , berupa usulan (proposal) dan/atau laporan. Dalam tahap analisa sistem, dokumen tertulis yang dibuat sebagai perencanaan analisis yang akan dilaksanakan oleh analisis sistem disebut "Usulan untuk melaksanakan analisis sistem". Dokumen ini dibuat oleh analisis sistem berdasarkan rancangan acuan yang dibuat oleh pemakai informasi. Hasil pelaksanaan analisis sistem dituangkan oleh analisis sistem dalam dokumen tertulis yang disebut "Laporan hasil analisa sistem".
 Pengembangan suatu aplikasi basis data merupakan bagian integral dari pengembangan sistem informasi akuntansi. Pengembangan  basis data tidak terlepas dari bagaimana sistem informasi akuntansi tersebut berkembang. Bagian ini membahas secara singkat bagaimana metodologi pengembangan sistem dan posisi pengembangan aplikasi basis data untuk dalam proses pengambangan sistem informasi akuntansi.
Metodologi pengembangan secara umum memiliki berbagai macam jenis. Secara kronologi, metodologi pengembangan sistem yang pertama kali digunakan adalah waterfall model. Waterfall model ini juga sering disebut systems development life cycle (SDLC). Secara umum tahapan dalam waterfall model atau SDLC meliputi tahap analisa, perencanaan, uji coba, dan implementasi.
SDLC memiliki kelemahan, yaitu sering dianggap tidak realistis. Pertama, model SDLC mengansumsi bahwa jika setiap tahapan selesai dikerjakan, dapat dilanjutkan dengan tahapan berikutnya. Jadi, proses perkembangan sistem dianggap linear dan tidak berulang (iterative). Kenyataannya, mungkin saja suatu tahap jika diulang terdapat kondisi yang mengharuskan sistem diubah.
Pada saat tahap perancangan ternyata ada penambahan kebutuhan dikarenakan perubahan organisasi atau pengaruh eksternal (perubahan peraturan pemerintah misalnya). Dengan sendirinya pengembangan sistem harus kembali ketahap analisa untuk menganalisa perubahan kebutuhan sistem yang diakibatkan karena adanya perubahan tadi. Fenomena tersebut sangat jamak didalam pengembangan sistem.
Secara umum, pengembangan sistem (dan tentunya sistem informasi akuntansi) memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut, antara lain :
  1. Analisa, dalam tahapan analisa ini, usulan pengembangan sistem baru dikaji secara khusus. Setelah yakin bahwa sistem baru itu memang dibutuhkan, maka dilakukan analisa untuk menemukan kelemahan sistem yang lama dan menemukan kebutuhan sistem yang baru.
  2. Perancangan, dalam tahap ini kebutuhan sistem baru dipenuhi dengan rancangan sistem baru. Berbagai macam alat permodelan digunakan untuk menggambarkan sistem baru yang akan dibuat.
  3. Uji coba, dalam tahap uji coba rancangan sistem baru diwujudkan. Jika membutuhkan aplikasi maka bisa dibuat juga diuji coba dan diintegrasikan dengan sistem lama.
  4. Implementasi, tahapan dimana sistem baru dijalankan untuk menggantikan sistem yang lama.

Perencanaan aplikasi dan basis data mengikuti tahapan pengembangan sistem sendiri. Kita perlu tahu kebutuhan informasi apa yang harus dipenuhi oleh basis data dan aplikasi yang kita buat, merancangnya, membuatnya, dan menerapkannya. Diharapkan dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem yang baku, aplikasi yang dibuat mampu memenuhi kebutuhan informasi penggunanya.

Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi
Mulyadi :
  1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
  2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
  3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (Reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
  4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi
Mulyadi :
  1. Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.
  2. Perluasan Sistem akuntansi yang sekarang dipakai agar mencakup kegiatan bisnis yang baru.
  3. Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan.

Tahapan-tahapan dalam Pengembangan Sistem Akuntansi
Mulyadi :
Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut :
  1. Analisis Sistem : Analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaannya.
    Terdiri dari :
    1. Analisis Pendahuluan : Analisis sistem mengumpulkan informasi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
    2. Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem : Untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analis sistem mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan oleh analis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
    3. Pelaksanaan Analisis Sistem : Didasarkan pada rencana kerja yang dituangkan dalam Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem. Contoh langkah yang dilakukan oleh analis sistem dalam melaksanakan analisis sistem adalah :
  • Analisis Laporan yang Dihasilkan Sistem Sekarang
  • Menganalisis Transaksi
  • Mempelajari Catatan Pertama
  • Mempelajari Catatan Terakhir
  1. Penyusunan Laporan Hasil Analisis Sistem : Merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi yang berisi temuan-temuan yang diperoleh oleh analis sistem dalam analisis sistem. Isi Laporan Hasil Analisis Sistem meliputi :
    1. Pernyataan kembali alasan yang mendasari dan luas analisis sistem yang dilaksanakan oleh analis sistem.
    2. Daftar masalah besar yang ditemukan analis sistem.
    3. Surat pernyataan persyaratan informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi.
    4. Suatu pernyataan tentang asumsi penting yang dibuat oleh analis sistem selama melakukan analisis sistem.
    5. Suatu proyeksi sumber daya yang diperlukan beserta biaya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem akuntansi yang baru, atau pengubahan sistem yang sekarang digunakan oleh perusahaan. Proyeksi ini mencakup kelaikan dilanjutkannya tahap-tahap berikutnya pengembangan sistem akuntansi.
    6. Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang diusulkan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang diusulkan tersebut.
Sumber Informasi dalam Analisis Sistem :
  • Sistem Akuntansi yang sekarang digunakan
    Manfaat utama dilakukannya analisis terhadap sistem akuntansi yang lama :
  1. Efektifitas Sistem Akuntansi Yang Sekarang Digunakan.
  2. Ide Rancangan.
  3. Identifikasi Sumber Daya.
  4. Pengetahuan Konversi.
  5. Titik awal yang sama dalam menuju ke Perubahan Baru.
  • Sumber Intern Yang lain
    Terdiri dari :
  1. Orang
  2. Pekerjaan Tulis Menulis
  3. Hubungan
  • Sumber Luar
Teknik Pengumpulan Informasi dalam Analisis Sistem :
  • Wawancara
  • Kuesioner
  • Metode Analisis Kelompok
  • Pengamatan, dan
  • Pengambilan sampel dan pengumpulan dokumen.
  1. Desain Sistem : Proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan. Terdiri dari :
    1. Desain sistem secara garis besar
    2. Penyusunan Usulan Desain Sistem Secara Garis Besar
    3. Evaluasi Sistem
    4. Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Garis Besar
    5. Desain Sistem Secara Sistem
    6. Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Rinci.
  2. Implementasi Sistem : Pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem, dan pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang dirancang menjadi dapat dilaksanakan secara operasional. Terdiri dari :
    1.   Persiapan Implementasi Sistem
    2. Pendidikan dan Pelatihan Karyawan.
BAB 3
 
DEFINISI FORMULIR Sejak lahir hingga meninggal dunia, masyarakat modern selalu berhubungan dengan formulir. Formulir kelahiran demikian sampai kita meninggal semua menggunakan formulir. Apakah formulir itu ? Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi. Formulir disebut juga dengan dokumen. Contoh: Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb. Gambar – 23 : Contoh Formulir Faktur Penjualan Tunai FORMULIR ELEKTRONIK Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Manfaat formulir elektronik yaitu; 1. Tidak pernah kehabisan formulir Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir. 2. Tidak pernah ketinggalan jaman Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik. 3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya. Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat. 4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak. Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan, Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”. Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer. 5. Kecepatan pengisian formulir Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis. Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir. 6. Penangkapan data dilakukan sekali Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi. Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi. 7. Tidak ada data yang mengambang Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang. Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain. 8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks. Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi. Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan 

berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan. MANFAAT FORMULIR Fromulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya. Contoh: banyak orang berpikir pesawat bisa terbang karena pilotnya ini salah yang benar karena formulir yang memberikan ijin bagi pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut. Dalam perusahaan, formulir bermanfaat: 1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis. Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut. Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian. 2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan. Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis. Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll. 3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan. Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya. Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok. 4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain. Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi. Contoh: Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut. PENGGOLONGAN FORMULIR Formulir dapat digolongkan menurut: 1. Sumbernya Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu: a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan. Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang. b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll. c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan. Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar. Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank. 2. Tujuan penggunaannya Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu: a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan. Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta. Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenu
MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan: 1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir. Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir. Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima. 2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data. Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen. 3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas. Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu. 4. Unsur internal check dalam merancang formulir. Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi. 5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir. Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima. 6. Nama formulir. Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya. Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut. 7. Nomor identifikasi pada setiap formulir. Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir. Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut. Gambar – 24 : Contoh formulir Bukti Kas Keluar 8. Formulir besar. Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan. 9. Pencetakan garis pada fomulir Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri. 10. Pencatuman nomor urut tercetak Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis. Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang. 11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi. 12. Formulir ganda Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda. GAMBAR - : Surat Order Pembelian GAMBAR - : Tembusan Surat Order Pembelian Yang Di Kirim ke Bagian Penerimaan KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ? Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ? 1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan. Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya. 2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut. Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut. Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian. 3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan. Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar. Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan. 4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan. Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut. Gambar: Pembagian Zona dalam Formulir FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini: 1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat. 2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan. 3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir. 4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja. 5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi. 6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yan
DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam: - dokumen sumber - dokumen pendukung Dokumen sumber adalah Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu. Dokumen pendukung adalah Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut. Contoh: Gambar: Transaksi, Dokumen Sumber, dan Dokumen Pendukung yang bersangkutan TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTANPenjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas Penjualan Kredit Faktur Penjualan - Surat order pengoiriman - Laporan pengiriman barang - Surat muat Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang Pembelian Bukti Kas Keluar - Surat order pembelian - Laporan penerimaan barang - Faktur dari pemasok Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar - Daftar gaji - Rekap daftar gaji Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang - SOAL & KASUS: 1. Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi. Sebutkan informasi apa saja yang harus dicantumkan dalam formulir g harus dibuat, jika hal ini diperlukan. INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi: 1. Yang bersagkutan dengan hi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll. b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan. Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan. Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

BAB 4
JURNAL
Pengertian jurnal adalah suatu transaksi yang direkam dalam formulir,pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan.di bandingkn dengan akuntansi lainya,pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan lebih terinci,serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama diselanggarakan dalam proses akuntansi,maka dalam sistim akuntansi,jurnal harus di rancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi suatu trasaksi.
JURNAL UMUM
Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit,maka jurnal umum dapat di bagi menjadi dua kolom,yaitu debit dan kredit,
Kolom-kolom dalam jurnal umum tersebut dapat di isi dengan data sebagai berikut:
      a.Kolom tanggal,,kolom ini diisi dengan tanggal terjadinya transaksi,yang di isi sesuai dengan cara berurutan yang sesuai dengan kornologi.
      b.Kelompok keterangan,,kolom ini diisi dengan kelompok lengkap sesuai dengan transaksi yang terjadi,,seperti nama rekenng yang di debit dan dikredit
      c.Kolom nomor bukti,,kolom ini dapat di gunakan untuk mencatat dalam formulir(dokumen sumber) yang di pakai sebagai pencatatan data dalam jurnal tersebut.pencatatan dalam jurnal dapat diverikasi ketelitian dan kebenaran.
      d.Kolom nomar rekening,,kolom ini diisi dalam nomor rekening yang didebit dan dalam nomor rekening di kredit dengan adanya transaksi.
      e.Kolom debit dan kredit,,kolom ini di isi dengan jumlah rupiah transaksi.,jumlah rupiah dalam kolom ini diringkas yang menurut nomor rekening yang tercantum dalm nomor rekening.,selain itu juga dapat di masukan dalam bentuk pembukuan rekening yang bersangkutan dalam bentuk buku besar.
JURNAL KHUSUS
Dalam hal ini mulai di perlakukan jurnal khusus,selain jurnal umum tersebut,dan di butuhkan lebih banyak karyawan untuk nenyelangarakan berbagai jurnal khusus.
Ada berbagai alasan mengapa jurnal umum dapat di pisah:
        1.untuk mengololo dan mengumpulkan transaksi yang sama ferekuensinya yang tinggi.
          2.untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar untuk nengolongkan transaksi yang di catat.
          3.untuk memungkinkan pekerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal yang di lakukan oleh beberapa orang.
          4.untuk menciptakan kepedulian intren.
PERINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN JURNAL
Prinsip-prinsip dasar yang melandasi pembuatan rancangan jurnal adalah sebagai berikut
          1.Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan dalam perusahan.
         2.jurnal akan di gunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu.
         3.untuk mengurangi pencatatan pembukuan yang terinci.
         4.Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan.
         5.Kolom-kolom dalam jurnal di gunakan untuk mengum-pulkan angka yang akan diringkas dalam rekening.
         6.Sedapat mungkin jurnal harus di rancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dan dokumen sumbernya.
        7.Harus di tetapkan dengan dokumen sumber dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban informasi dapat di tentukan.
JENIS JURNAL
Jenis-jenis jurnalyang biasanya dapatdalam perusahan yang relatif besar adalah sebagai berikut:
           1.Jurnal penjualan
           2.Jurnal pembelian
           3.Jurnal penerimaan kas
           4.Jurnal pengeluaran kas
           5.Jurnal umum
1.JURNAL PENJUALAN Adalah jurnal yang di gunakan untuk mencatat transaksi penjualan.
2.JURNAL PEMBELIAN Adalah jurnal yang di catat dalam jurnal pembelian kredit.
3.JURNAL PENERIMAAN KAS Adalah jurnal yang di gunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
4.JURNAL PENGELUARAN KAS Adalah jurnal yang di gunakan pengeluaran kas untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
5.JURNAL UMUM Adalah untuk mencatat  transaksi selain yang di catat dalam jurnal khusus.
METODE PENCATATAN DATA KE DALAM JURNAL
Ada beberapa bentuk yang di gunakan untuk mencatat informasi dalam jurnal:
           1.Dengan pena
          2.Dengan mesin pembukuan
          3.Dengan arsip dokumen sumber yang berpungsi sebagai jurnal.
          4.Dengan komputer.
Dendan pena.informasi dalam dukomen sumber di salin dalam jurnal dengan menggunakan tulis tanggan.
Dengan mesin pembukuan.informasi dalam dokumen sumber di salin dalam jurnal dengan menggunakan mesin pembukuan.
Dengan dokumen sumber sebagai jurnal.dalam cara nin jurnal berupa arsip dokumen sumber yang di susun menurut waktu terjadinya transaksi.
Dengan komputer.Data dalam dokumen sumber di masukan ke dalam sistem komputer melalui keyboard dan di catat dalam arsip transaksi (transaction file) yang berfungsi sebagai jurnal.

LANGKAH PENCATATAN JURNAL
Adalah langkah yang bisa di tempuh oleh ahli sistem dalam merancang jurnal
          1.mengumpulkan informasi mengenai karakteraistik transaksi yang terjadi dalam permusuhan.
          2.membuat jurnal standar.(standard journal entries).untuk setiap jenis transaksi yang ferekuensinya tinggi.
         3.merancang jurnal berdasarkan jurnal standar tersebut.

           

No comments:

Post a Comment